8/23/2007

Suatu Hari Di Sudut Kampung

Pagi hari disuatu sudut kampung
mata nakal ini menatap seorang dara
Yang cantik jelita mempesona
Membawa suatu angan dan asa

Kubiarkan keinginan bermain dalam sudut hati
Keinginan untuk dapat bertegur sapa
Dengan mu dari cantik jelita
Hanya untuk mengetahui sebuah nama

Mentari pun datang dengan cepatnya
Pergilah sang dara jelita tanpa dapat bersapa
Malam ini bayangnya menggema
Mengajak ku berdansa

Tak disangka tak diduka sminggu telah berlalu
Ku kembali berjumpa dengan dirinya yang lalu
Kuberanikan hati ini untuk mulai menyapa
Kami saling bercerita seadanya

Sang waktu berjalan dengan cepat
Semakin terlena dengan rasa ini
Mungkin kah dia pasangan yang tepat
Untuk sebuah cinta ini
Biarlah sang waktu yang akan mengungkap

from Erwin Arianto dengan editan

Sang Pencinta

Angin Cinta bertiup menyejukan

Membawa gairah pada sang pencinta

Tentang suatu impian, harapan tentang rasa bergelora

Seperti sang katak berharap kan sang hujan

Dalam sunyi malam

Sang pencinta hanya dapat menanti

Menanti di sudut jiwa menanti sejati

Sejati terwakili oleh jiwa yang suci

Dalam jiwa yang resah sang pencinta menanti

Menanti datang suatu asa yang pasti

Bukan asa yang datang untuk kembali pergi

Tetapi rasa yang untuk berbagi dan menyayangi

Sang pencinta pun semakin lelah

Dengan kalbu yang semakin lemah

Untuk menanti berkawan dengan gelisah

Penantian yang tak usai sudah

Tiba suatu masa datang lah suatu berkah

Bahwa telah datangya seorang putrid hati

Bersama dengan rasa yang dimiliki

Dengan rasa yang akan bersama sampai mati

Untuk melebur dua menjadi satu untuk kekasih hati

Yang tidak dapat terganti sampai nanti.

Dalam Perenungan malam, Hanya membuat suatu arti untuk dunia

From : Erwin Arianto,SE

Cinta Yang Terselubung

Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?
ketika kita menangis?
ketika kita membayangkan?
Ini karena hal terindah di dunia tidak terlihat

Ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya
sejalan dengan kita. Kita bergabung dengannya dan
jatuh ke dalam suatu keanehan serupa
yang dinamakan Cinta

Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan,
seseorang yang tidak ingin kita tinggalkan,
tapi melepaskan bukan akhir dari dunia,
melainkan awal suatu kehidupan baru,
kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis,
mereka yang tersakiti, mereka yang telah dan tengah mencari,
dan mereka yang telah mencoba
Karena merekalah yang bisa menghargai
betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka

Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu menitikkan air mata
dan masih perduli terhadapnya
adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan
kamu masih menunggunya dengan setia

Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain
dan kamu masih bisa tersenyum dan berkata
" aku turut berbahagia untukmu "

Apabila cinta tidak bertemu, bebaskan dirimu,
biarkan hatimu kembali ke alam bebas lagi,
kau mungkin menyadari, bahwa kamu menemukan cinta
dan kehilangannya, tapi ketika cinta itu mati kamu
tidak perlu mati bersama cinta itu

Orang yang bahagia bukanlah mereka yang selalu
mendapatkan keinginannya, melainkan mereka yang tetap bangkit
ketika mereka jatuh, entah bagaimana dalam perjalanan kehidupan,
kamu belajar lebih banyak tentang dirimu sendiri dan
menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada
cintamu akan tetap dihatinya, sebagai penghargaan abadi atas
pilihan-pilihan hidup yang telah kau buat

Teman sejati, mengerti ketika kamu berkata " aku lupa..."
Menunggu selamanya ketika kamu berkata "tunggu sebentar"
Tetapi tinggal ketika kamu berkata " tinggalkan aku sendiri "
Membuka pintu meski kamu belum mengetuk dan
belum berkata "bolehkah saya masuk?"
Mencintai juga bukanlah bagaimana kamu melupakan dia
bila ia berbuat kesalahan, melainkan bagaiman kamu memaafkan

Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan,
melainkan bagaimana kamu mengerti,
bukanlah apa yang kamu lihat,
melainkan apa yang kamu rasa,
bukanlah bagaimana kamu melepaskan,
melainkan bagaimana kamu bertahan

Lebih menyakitkan menangis dalam hati
daripada menangis tersedu atau mengadu,
air mata yang keluar dapat dihapus,
sementara air mata yang tersembunyi
menggoreskan luka dihatimu yang tidak akan pernah hilang

Sayang dalam cinta, kita sangat jarang perduli tapi...
ketika cinta itu tulus, meskipun kau acuhkan
cinta tetap mulia dan kamu seharusnya berbagia
hatimu dapat mencintai seseorang yang kau sayang

Mungkin akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti
mencintai seseorang, bukan karena orang itu berhenti mencintai kita
melainkan karena kita menyadari bahwa orang itu lebih berbahagia
apabila kita melepaskannya. ..

Namun bila pun kau benar-benar mencintai seseorang
jangan lepaskan dia ....
bila dia tak membalasmu, barangkali dia tengah ragu dan mencari
jangan percaya bahwa melepaskan berarti kamu benar-benar
mencintai tanpa suatu balasan
mengapa tak berjuang demi cintamu
mungkin itulah cinta sejati

Kadang kala, orang yang paling mencintai
adalah orang yang tak pernah menyatakan cinta padamu
karena takut kau berpaling dan memberi jarak ,
dan bila ia suatu saat pergi kau akan menyadari
ia adalah cinta yang tidak kamu sadari...

Maka mengapa kau tak mengungkapkan cintamu
bila kau memang mencintainya,
meskipun kau tak tahu apakah cinta itu juga ada padanya??... ..

8/21/2007

Cerita Lucu

ini pengalaman si adit sipil 96, penulis jomblo....
lucu lucu....
____________ _________ _________ _________ _________ _________ _

Gua, Motor Gua, dan Wanita-Wanita di sekeliling Gua

Tuesday, December 19, 2006

Jaman kuliah dulu, gue naik motor. Setidaknya di ITB, motor adalah
faktor yang menseparasi pria dari...uhm.. .pria lain. Intinya,
setidaknya, tahun 96, cowok yang punya motor di ITB (lumayan) jadi
dambaan wanita.

Sayangnya yang kerap menjadi dambaan adalah motornya karena motor ini
menjadi alat bagi cewek-cewek itb untuk nebeng dan minta anter.
Pemilik motornya sendiri tetap tidak mengalami perbaikan kasta atau
nasib dalam asmara .

Singkatnya, kita-kita di sipil96 yang punya motor sering diminta
cewek-cewek untk minta anter mereka. dan berhubung cewek sipil hany 20
dari 160 populasi, jelas segala permintaan mereka kita penuhi.

"Dit, gue nebeng!"
"Oke!"
di mana kata nebeng itu tertukar dengan wording 'minta anter' karena
definisi nebeng adalah sejalan arah kos gue DAN BUKAN nun jauh di
pinggiran Bandung .

"Dit, anterin gue ke rumah sakit!"
"Beres!"
Meski pun penyakitnya menular dan seperti dia, gue ikutan meriang 3 hari.

"Dit, jemput ade gue di SMP!"
"Jam berapa?"
Di mana sesampainya di SMP itu, gue baru nyadar gue belum tahu tampang
itu anak kek gimana.

But all in all, kita sayang sama cewek-cewek sipil ini dan tidak
pernah ada kata tidak untuk melayani mereka. Tapi tetep aja entah
kenapa gue selalu kena kasus. berikut adalah kasus-kasus yang paling
parah yang gue pernah alami.

Dengan Wiwin
Kita sebut saja namanya Wiwin karena kalo sampe ketauan nama aslinya
dalam blog ini, riwayat gua bisa tamat. Wiwin adalah wanita
berkacamata tebal dengan otak yang lebih tebal lagi. IPKnya terancam
4. Wiwin adalah juga atlet yang tergabung dalam pelatda voli JABAR.
Dia punya tangan yang cukup kuat untuk serve voli...dan kalo nampar
cowok, itu cowok bisa melintir. Gua suka boncengin dia pulang karena
dengan begini gue bisa nodongin dia dengan,
"Eh Win, adit sekalian fotokopi catetan Wiwin yah."
Wiwin secara reluktan mengiyakannya dengan syarat, dalam proses
fotokopi itu, dia ikut sama gue nongkrongin tukang fotokopian dan sang
catetan selalu ada dalam jarak pandang dia. Ini adalah hikmah dari
pengalaman buruk di mana catetan dia dipinjem gak jelas berpindah
seribu tangan dan saking putus asa nyari, dia harus belajar dari
fotokopian catetan dia sendiri. Bagi gue, berdiri samping-sampingan
dengan Wiwin di toko fotokopian adalah situasi yang awkward. Gimana
gak awkward? Apa sih topik yang bisa lu omongin sama cewek, kalo di
depan lo ada orang minang keringetan gak pake baju megang-megang mesin
fotokopian?

Anyways di suatu hari yang windy (faktor angin memegang peranan
penting dalam plot cerita ini) gua nganter Wiwin pulang. karena banyak
angin, suara yang keluar dari mulut gua selalu terbawa angin.
"Win gue motokopi catetan ya!"
"Apa?"
"Gue minjem catetan lo!"
"Hah?"
"GUA MINJEM CATETAN LOOOO!!"
"ADUH NGOMONG YANG JELAS KEK!"
Halah! Emang sih gue kan ngomong sambil merhatiin jalan jadi mulut gue
ke depan dan gak ke muka dia yang di leher gue. Akhirnya gua balik
badan dan bilang lagi. Sayangnya, entah kenapa gua lagi memproduksi
banyak air liur di saat itu. Sayangnya lagi, ini terjadi di saat angin
bertiup kencang. Sooooo gue balik badan, buka mulut lebar-lebar dan..
"GUE MINJE..PLUEEHHH. ...."

crooot

Angin mengantarkan saliva gue ke kacamata wiwin. Itu gak terlalu wiwin
masalahin karena SEBAGIAN BESAR liurnya kena ke sisa muka yang
kacamata gak cover.

She never spoke ever since.

Dengan Titin
Lagi-lagi nama samaran. Titin ini rada ganjen. Kalo ke kondangan dia
selalu nyalon. Entah kesamber jin apa, suatu hari dia minta anter gue
ke salon dan ke kondangan setelah dari salon. biar efisien, tuturnya.

ya sudah gua turuti itu kemauan. Setelah berkarat nungguin di salon,
dia muncul dengan sanggul yang indah menawan. gua rasa kalo orang
lempar jeruk ke sanggul itu, bisa nyangkut.
"Gimana, cakep gak?"
"Mirip roro kidul Tin."
"Monyet. Udah buruan ke resepsi! yang cepet ya!"
gua udah kek budak aja. di sini terjadi sesuatu yang Titin gak pernha
maafin gua sape sekarang, meski kalo gue bilang, itu salah dia.
dia kos di simpang ( bandung utara).
Nyalonnya di simpang.
Undangannya di gedung kartini ( bandung selatan)
dia minta cepet.

Ya udah, gue ngebut dong!
Sayangnya ini berbuntut di mana kita pergi dengan Titin tampak seperti
finalis putri indonesia dan sampai di resepsi terlihat seperti singa.

"ADUH RAMBUT GUE! ELU SIH DIT!"
"Makanya gua bilang PAKE helm!"
"gua kira kalo helm, sanggulnya rusak, jadi jelek!."
"gak pake helm jadi singa. Tuh."
"Benci gua sama elu! Benci! Benciiiiiiiiiiiiiii i!!"

Dengan Mimin
Untuk, lagi, alasan keselamatan, gua gak akan mereveal nama dia. Suatu
hari gua sekelompok sama dia dan kita harus ngerjain paper nih
ceritanya. Singkat cerita, anggota lain pada egois dan gak kerja.
Cuman gua dan Mimin aja yang ngerjain di rumah dia di bilangan kuburan
Ciputra. paper selesai dan 10 menit lagi kuliah paper itu dikumpulin.
"DIT! AYO KITA CEPETAN!"
"AYO!"
"NGEBUT YA!"
"LU PEGANGAN MA GUA!"
"NAJIS!" (Cewek-cewek sipil ini selalu teguh menjaga iman mereka).

Adalah kebiasaan mereka untuk memegang handle di belakang ketimbang
melingkarkan tangannya di supir. Tapi yo wis , gue juga gak keberatan.
Pasaran gue juga bisa turun. Akhirnya gua ngebut! tapi tertahan di
lampu merah kuburan. Percakapan di bawah terjadi dengan mata gua liat
ke depan dan hanya denger suara dia.
"Min, kita harus bener-bener ngebut nih. tau sendiri Bandung . Sekali
kena merah, sampe 5 lampu ke depan kena merah juga."
"Ya udah ngebut! Eh bentar tas gua jatoh."
"Udah Min?"
"Bentar."
"Ijo Min!"
"Nah, ...."
"OKE!"
Gua langsung kebut itu motor!
Gue salip semua mobil di pasar suci!
Gua ngesot di tikungan telkom!!
Gue jemping depan UNPAD!
Gue terabas lampu merah simpang dago!!
Gue turun kek orang gila sepanjang dago!!
Gue ampir nabrak kuda di ganesa!
Akhirnya masuk juga parkiran sipil.

Abis ngerem, gue bilang,
"Gimana motoran sama James Bond? Min? Min?"
gue ngeliat ke belakang dan Mimin lenyap.

Keesokan harinya, di rumah sakit boromeus...
"Gua gak ngerti Min.."
"Lu gak ngerti bagian mana dit? bagian yang elu ngajleng dengan gua
baru setengah pantat? ato bagian gue ngegelinding di perapatan jalan?"
tukasnya jutek dengan tangan yang retak.
"Tapi kan gua udah bilang ijo! dan lu udah bilang 'NAH'!'
"NAH itu maksud gue baru mau duduk lagi."
"tapi kan !"
"Sudah lah! gua bingung manusia kek lo bisa masuk itb."
Wah, kecerdasan dia bawa-bawa. padahal kalo mau cerdas dikit, dia megang gue.

Itulah sekelumit cerita gua, motor gua, dan wanita-wanita yang
ngegelinding karena motor itu. Yang jelas sejak itu demand menurun
drastis. Imbasnya adalah bahwa Oyep, temen gue, menjadi idola ke 20
anak itu untuk dianter ke mana-mana. berkorelasi dengan itu, IPK gue
menurun dan IPK Oyep naik secara fantastis. Oh nasib.

__._,_.___

8/16/2007

Bawakan Aku Setangkai Cintamu

Angan mendekat atau datang kepada ku lagi
Aku semakin tersiksa karena tak inginkanmu
Aku coba hindari semua cinta ku kini
Ku coba menepis semua keinginan hati

Mengapa semua ini terjadi kepadaku
Aku ingin mengubur semua rasa ku
Masalalu memberi pelajaran padaku
Tentang pahitnya cinta yang dulu

Cinta ku yang dahulu tulus padanya yang dulu
Cinta ku yang tak pernah terbagi untuknya yang lalu
Cinta yang kau paksa pisahkan tuhan
Cinta yang kau pisahkan karena kematian

Mengapa kini kau bangkitkan lagi
Satu rasa telah tumbuh dihati
Untuk seorang yang tulus menyayangi

Aku takut tuhan akan takdirmu yang menyayat hati
Tuhan bila kau ingin ku menyayanginya
Akupun berterimakasih, karena dia begitu sempurna

Tuhan tak ingin ku memilih yang lain
Untuk dirimu disana ku meminta jangan permainkan hatiku
Saat ini aku sangat mengharap kan mu

Tapi apalah daya ini bila ternyata sesungguhnya
Aku terlalu cinta dia yang kau baru beri jumpa
Dan kau kembali bangkitkan rasa yang kupunya
Ternyata takdir ku telah berpihak kepada dia

Terima kasih kekasih baruku yang cantik dan mulia
Enggkau datang dengan setangkai cinta yang tulus setia
Dalam Perenunganku tentang rasa yang ada

disadur ulang :

Adenium Putih

Pandangan Pertama

Malam itu bulan bersinar terang
Bintang-bintang pun tak mau kalah kemilau
Walau pun dingin dan mau hujan
Mereka tak mau menyerah

Payung cintamu siap menaungiku
Melindungiku dari derasnya hujan
Mantel kasihmu menghangatkan aku
Sentuhan sayangmu tak ingin aku basah kuyup

Ingatkah kau saat pertama kita bertemu?
Memang benar, dari mata pasti turun ke hati
Pandangan pertamamu memanah hatiku
Dengan panah asmara..
Membuatku langsung jatuh cinta padamu..

8/10/2007

Kekasihku yang Baik Hati

Kekasihku yang baik hati
Kau baik, kau manis, kau cantik
Ku bahagia mengenal dirimu

Terimakasihku atas cinta yang kau berikan
Kunikmati semua kasih sayangmu
Kuterbuai dalam semua cinta mu
Cinta yang murni dan suci
Dan tidak untuk menyakiti

Setiap detik yang terlewati denganmu
Adalah masa yang terindah yang kumiliki
Tak ingin ku menjauh darimu
Termanjakan aku atas kasihmu

Terimakasih untukmu atas semua ini

Ku tak mau ini berhenti
Kuharap ini tidak untuk sesaat
Kuingin ini ada selama aku bernyawa
Kekasihku yang baik hati
Kan kujaga semua ini tak ingin terganti

Ku hanya ingini dirimu disisi
Sampai nanti tiba jiwa ku harus pergi

Terilhami untuk matahariku yang baik hati Terimakasih untuk cinta yang kau
beri.

8/03/2007

Bahasa Cinta

~ Kahlil Gibran ~

Bila cinta memanggilmu, turutilah bersamanya
Kendati jalan yang mesti engkau lalui sangat keras dan
terjal
Ketika sayap-sayapnya merangkulmu, maka berserah
dirilah padanya
Sekalipun pedang-pedang yang bersemayam di balik
sayap-sayap itu mungkin akan melukaimu
Ketika ia bertutur kepadamu, maka percayalah padanya
Walaupun suaranya akan memporak porandakan
mimpi-mimpimu laksana angin utara yang
meluluh-lantakkan tetanaman

Cinta akan memahkotai dan menyalibmu
Menyuburkan dan mematikanmu
Membumbungkanmu terbang tinggi, mengelus pucuk-pucuk
rerantinganmu yang lentik dan menerbangkanmu ke wajah
matahari
Namun cinta juga akan mencekik dan menguruk-uruk
akar-akarmu sampai tercabut dari perut bumi

Serupa dengan sekantong gandum, cinta menyatukan
dirimu dengan dirinya
Meloloskanmu sampai engkau bugil bulat
Mengulitimu sampai engkau terlepas dari kulit luarmu
Melumatmu untuk memutihkanmu
Meremukkanmu sampai engkau menjelma liat

Lantas,

Cinta akan membopongmu ke kobaran api cusinya
Saampai engkau berubah menjadi roti yang disuguhkan
dalam suatu jamuan agung kepada Tuhan

Cinta melakukan semua itu hanya untukmu sampai engkau
berhasil menguak rahasia hatimu sendiri
Agar dalam pengertian itu engkau sanggup menjadi
bagian dari kehidupan
Jangan sekali-kali engkau ijinkan ketakutan bersemayam
di hatimu
Supaya engkau tidak memperbudak cinta hanya demi
meraup kesenangan
Sebab memang akan jauh lebih mulia bagimu
Untuk segera menutupi aurat bugilmu dan meninggalkan
altar pemujaan cinta
Memasuki alam yang tak mengenal musim
Yang akan membuatmu bebas tersenyum, tawa yang bukan
bahak, hingga engkau pun akan menangis, air mata yang
bukan tangisan

Cinta takkan pernah menganugerahkan apa pun kecuali
wujudnya sendiri
Dan tidak sekali-kali menuntut apapun kecuali wujudnya
sendiri itu pula
Cinta tidak pernah menguasai dan tidak pernah dikuasai
Lantaran cinta terlahir hanya demi cinta

Manakala engkau bercinta, jangan pernah engkau
tuturkan, "Tuhan bersemayam di dalam lubuk hatiku".
Namun ucapkanlah, "Aku tengah bersemayam di lubuk hati
Tuhan".
Jangan pula engkau mengira bahwa engkau mampu
menciptakan jalanmu sendiri
Sebab hanya dengan seijin cintalah jalanmu akan
terkuak

Cinta tidak pernah mengambisikan apapun kecuali
pemuasan dirinya sendiri
Tetapi bila engkau mencintai dan terpaksa mesti
menyimpan hasrat, maka jadikanlah hasratmu seperti
ini:

Melumatkan diri dan menjelma anak-anak sungai yang
gemericik mengumandangkan tembang ke ranjang malam
Memahami nyerinya rasa kelembutan
Berdarah oleh pandanganmu sendiri terhadap cinta
Menanggung luka dengan hati yang penuh tulus nan
bahagia
Bahagia dikala fajar dengan hati mengepakkan
sayap-sayap
Dan melambaikan rasa syukur untuk limpahan hari yang
berbalur cinta
Merenungkan muara-muara cinta sambil beristirahat di
siang hari
Dan kembali dikala senja dengan puja yang menyesaki
rongga hati

Lantas,

Engkaupun berangkat ke peraduanmu dengan secarik doa
Yang disulurkan kepada sang tercinta di dalam hatimu
Yang diiringi seuntai irama pujian yang meriasi bibirmu...

Hidupku yang Sepi

Telah terlukis kisah cintaku
Hati yang telah beku sulit menolak
Walau pertamakali kusangkal cinta ini
Harus kah merasa salah di diriku
Karena mencintai dirimu pujaan hati ini
Jangan cintaku pergi lagi
Meninggalkan ku sendiri
Kujalani hidup dengan sepi
Kini kau berada dekat dengan ku
Kau menghapuskan luka tersakiti
Ijinkan aku mengisi ruang di hatimu
Saat ini ku memikirkanmu selalu
Dan dengan jiwa ini aku mencintamu
Dengan perasaan tulis murni
Ku tak bisa berhenti
Menginginkan dirimu kekasihku
Telah lama kujalani kehampaan hati
Yang selalui kurindui kekasih diri ini
Salahkah hati ini terlalu mencintaimu
Seperti simphony musik alam malam hari

Begitulah cara kunikmati cinta ini
Yang telah lama aku nanti kekasih seperti dirimu
Walaupun kita tak pernah bertatap muka
Cinta kita kini hanya hidup dalam dunia yang maya
Tapi aku pun dapat terima
Karena kau lah permata yang akan selalu ku jaga
Sampai batas terakhir waktu yang tersisa, kuyakin kita pasti bisa bahagia
Dalam Kesendirianku yang kutujukan untuk Matahari ku terus lah bersinar
untuk ku

PAGI

PAGI KU

PAGIKU TAK BIASA
PAGIKU TAK TAMPAK HARI INI
WALAUPUN ADA TAPI . . . . .

KEMANA PAGI KU . . . . .
PAGI YANG PENUH KECERIAAN
PAGI YANG BERSAHABAT
PAGI YANG TERSENYUM MANIS

KULIHAT PAGI
ENGGAN BERSINAR LAGI
WALAU MALAM KIAN HILANG
EMBUN DIAM PERLAHAN TERSAPU

DALAM RUANG HAMPA TERISI RINDU
MENANTI PAGIKU MENYAPA KEMBALI
JANGAN BERI AKU LUPA TUHAN
KARENA AKU TAK INGIN MELUPAKANNYA

PAGIKU
AKANKAH KAU HADIR KEMBALI
MENYAPA DIRIKU DENGAN SINARMU

Benci Tapi Rindu

Apabila kita membenci seseorang, karena patah hati, pada umumnya ini
timbul, karena tidak terwujudkannya rasa kasih sayang. Hal ini
membuat kita jadi kecewa dan berbalik membencinya. Oleh sebab itu
antara benci dan rasa kasih itu bedanya hanya satu strip saja
seperti juga angka sepuluh dan nol. Aneh tapi nyata, semakin besar
cinta kita padanya, maka semakin besar pula rasa bencinya. Jadi
tidaklah heran kalau orang mendendangkan lagu „Benci tapi rindu".

Rasa benci itu pada umumnya timbul dengan seketika dan juga bisa
hilang dengan seketika pula. Yang menentukan semuanya ini adalah
otak dan pikiran kita sendiri. Kita membenci seseorang sebenarnya
hanya karena adanya perbedaan dari sudut segi pandang saja.

Mungkin dari sudut segi pandang anda, orang tersebut bersalah
sehingga seharusnya ia minta maaf, tetapi karena ia tidak mau
melakukan itu maka timbulah rasa benci. Walaupun demikian jawablah
dengan jujur apakah pandangan anda itu sesuai dengan pandangan orang
tersebut belum tentu ?

Apabila kita membenci seseorang kita berusaha mencari pembenaran
maupun dukungan. Hal inilah yang mendorong kita untuk mulai
menceritakan segala kesalahan-kesalahan maupun keburukan dari lawan
kita. Tindakan ini sebenarnya sama seperti juga api mencari minyak
bukannya air peredam, sebab dimana kita mendapatkan dukungan maka
api bencinya akan bertambah besar pula berkobarnya.

Rasa benci pada umumnya akan pudar, apabila orang yang kita benci
mau mengakui kesalahannya dan juga mau minta maaf, hanya sayangnya
orang yang kita benci itu tidak mengetahui atau lebih tepatnya tidak
menyadari dimana letak kesalahannya, sehingga ia cuek saja. Ia tidak
tahu dan tidak dapat merasakan betapa sakitnya hati kita karena
ulahnya tersebut.

Oleh sebab itu rasa benci akan bisa berkurang ataupun hilang,
apabila orang yang kita benci sudah dibales, entah ia itu ditabrak
oleh bis kota sampai hancur luluh jadi bubur atau dipanggang jadi
sate sampai gosong.

Sering pula terjadi dimana rasa benci tersebut akan hilang dengan
sendirinya, sama seperti juga botol Coca Cola, pada saat pertama
kali dibuka botol tersebut akan menyemburkan gas, tetapi setelah
beberapa saat ia akan menghilang dengan sendirinya, begitu juga
dengan rasa benci. Faktor waktu bisa menghilangkan rasa benci
tersebut.

Rasa benci bisa membuat orang jadi stress bahkan sakit, oleh sebab
itu jalan satu2nya usahakanlah untuk merubah rasa benci tersebut.
Hal ini tidak akan bisa dilakukan oleh orang lain melainkan harus
dilakukan oleh diri kita sendiri. Apabila anda sungguh-sungguh ingin
menghilangkan rasa benci tersebut pasti bisa ! Hanya tinggal merubah
pola pikir anda saja dari negatif menjadi positif.!!!! ^_^

Salam,