8/03/2007

Bahasa Cinta

~ Kahlil Gibran ~

Bila cinta memanggilmu, turutilah bersamanya
Kendati jalan yang mesti engkau lalui sangat keras dan
terjal
Ketika sayap-sayapnya merangkulmu, maka berserah
dirilah padanya
Sekalipun pedang-pedang yang bersemayam di balik
sayap-sayap itu mungkin akan melukaimu
Ketika ia bertutur kepadamu, maka percayalah padanya
Walaupun suaranya akan memporak porandakan
mimpi-mimpimu laksana angin utara yang
meluluh-lantakkan tetanaman

Cinta akan memahkotai dan menyalibmu
Menyuburkan dan mematikanmu
Membumbungkanmu terbang tinggi, mengelus pucuk-pucuk
rerantinganmu yang lentik dan menerbangkanmu ke wajah
matahari
Namun cinta juga akan mencekik dan menguruk-uruk
akar-akarmu sampai tercabut dari perut bumi

Serupa dengan sekantong gandum, cinta menyatukan
dirimu dengan dirinya
Meloloskanmu sampai engkau bugil bulat
Mengulitimu sampai engkau terlepas dari kulit luarmu
Melumatmu untuk memutihkanmu
Meremukkanmu sampai engkau menjelma liat

Lantas,

Cinta akan membopongmu ke kobaran api cusinya
Saampai engkau berubah menjadi roti yang disuguhkan
dalam suatu jamuan agung kepada Tuhan

Cinta melakukan semua itu hanya untukmu sampai engkau
berhasil menguak rahasia hatimu sendiri
Agar dalam pengertian itu engkau sanggup menjadi
bagian dari kehidupan
Jangan sekali-kali engkau ijinkan ketakutan bersemayam
di hatimu
Supaya engkau tidak memperbudak cinta hanya demi
meraup kesenangan
Sebab memang akan jauh lebih mulia bagimu
Untuk segera menutupi aurat bugilmu dan meninggalkan
altar pemujaan cinta
Memasuki alam yang tak mengenal musim
Yang akan membuatmu bebas tersenyum, tawa yang bukan
bahak, hingga engkau pun akan menangis, air mata yang
bukan tangisan

Cinta takkan pernah menganugerahkan apa pun kecuali
wujudnya sendiri
Dan tidak sekali-kali menuntut apapun kecuali wujudnya
sendiri itu pula
Cinta tidak pernah menguasai dan tidak pernah dikuasai
Lantaran cinta terlahir hanya demi cinta

Manakala engkau bercinta, jangan pernah engkau
tuturkan, "Tuhan bersemayam di dalam lubuk hatiku".
Namun ucapkanlah, "Aku tengah bersemayam di lubuk hati
Tuhan".
Jangan pula engkau mengira bahwa engkau mampu
menciptakan jalanmu sendiri
Sebab hanya dengan seijin cintalah jalanmu akan
terkuak

Cinta tidak pernah mengambisikan apapun kecuali
pemuasan dirinya sendiri
Tetapi bila engkau mencintai dan terpaksa mesti
menyimpan hasrat, maka jadikanlah hasratmu seperti
ini:

Melumatkan diri dan menjelma anak-anak sungai yang
gemericik mengumandangkan tembang ke ranjang malam
Memahami nyerinya rasa kelembutan
Berdarah oleh pandanganmu sendiri terhadap cinta
Menanggung luka dengan hati yang penuh tulus nan
bahagia
Bahagia dikala fajar dengan hati mengepakkan
sayap-sayap
Dan melambaikan rasa syukur untuk limpahan hari yang
berbalur cinta
Merenungkan muara-muara cinta sambil beristirahat di
siang hari
Dan kembali dikala senja dengan puja yang menyesaki
rongga hati

Lantas,

Engkaupun berangkat ke peraduanmu dengan secarik doa
Yang disulurkan kepada sang tercinta di dalam hatimu
Yang diiringi seuntai irama pujian yang meriasi bibirmu...

1 komentar:

Anonim mengatakan...

kamu kok romantis banget sih hel...coba gwe kenal lu dari dulu ya, gwe ga bakalan cepet-cepet kawin.hehehe