8/03/2007

Benci Tapi Rindu

Apabila kita membenci seseorang, karena patah hati, pada umumnya ini
timbul, karena tidak terwujudkannya rasa kasih sayang. Hal ini
membuat kita jadi kecewa dan berbalik membencinya. Oleh sebab itu
antara benci dan rasa kasih itu bedanya hanya satu strip saja
seperti juga angka sepuluh dan nol. Aneh tapi nyata, semakin besar
cinta kita padanya, maka semakin besar pula rasa bencinya. Jadi
tidaklah heran kalau orang mendendangkan lagu „Benci tapi rindu".

Rasa benci itu pada umumnya timbul dengan seketika dan juga bisa
hilang dengan seketika pula. Yang menentukan semuanya ini adalah
otak dan pikiran kita sendiri. Kita membenci seseorang sebenarnya
hanya karena adanya perbedaan dari sudut segi pandang saja.

Mungkin dari sudut segi pandang anda, orang tersebut bersalah
sehingga seharusnya ia minta maaf, tetapi karena ia tidak mau
melakukan itu maka timbulah rasa benci. Walaupun demikian jawablah
dengan jujur apakah pandangan anda itu sesuai dengan pandangan orang
tersebut belum tentu ?

Apabila kita membenci seseorang kita berusaha mencari pembenaran
maupun dukungan. Hal inilah yang mendorong kita untuk mulai
menceritakan segala kesalahan-kesalahan maupun keburukan dari lawan
kita. Tindakan ini sebenarnya sama seperti juga api mencari minyak
bukannya air peredam, sebab dimana kita mendapatkan dukungan maka
api bencinya akan bertambah besar pula berkobarnya.

Rasa benci pada umumnya akan pudar, apabila orang yang kita benci
mau mengakui kesalahannya dan juga mau minta maaf, hanya sayangnya
orang yang kita benci itu tidak mengetahui atau lebih tepatnya tidak
menyadari dimana letak kesalahannya, sehingga ia cuek saja. Ia tidak
tahu dan tidak dapat merasakan betapa sakitnya hati kita karena
ulahnya tersebut.

Oleh sebab itu rasa benci akan bisa berkurang ataupun hilang,
apabila orang yang kita benci sudah dibales, entah ia itu ditabrak
oleh bis kota sampai hancur luluh jadi bubur atau dipanggang jadi
sate sampai gosong.

Sering pula terjadi dimana rasa benci tersebut akan hilang dengan
sendirinya, sama seperti juga botol Coca Cola, pada saat pertama
kali dibuka botol tersebut akan menyemburkan gas, tetapi setelah
beberapa saat ia akan menghilang dengan sendirinya, begitu juga
dengan rasa benci. Faktor waktu bisa menghilangkan rasa benci
tersebut.

Rasa benci bisa membuat orang jadi stress bahkan sakit, oleh sebab
itu jalan satu2nya usahakanlah untuk merubah rasa benci tersebut.
Hal ini tidak akan bisa dilakukan oleh orang lain melainkan harus
dilakukan oleh diri kita sendiri. Apabila anda sungguh-sungguh ingin
menghilangkan rasa benci tersebut pasti bisa ! Hanya tinggal merubah
pola pikir anda saja dari negatif menjadi positif.!!!! ^_^

Salam,

Tidak ada komentar: