8/23/2007

Sang Pencinta

Angin Cinta bertiup menyejukan

Membawa gairah pada sang pencinta

Tentang suatu impian, harapan tentang rasa bergelora

Seperti sang katak berharap kan sang hujan

Dalam sunyi malam

Sang pencinta hanya dapat menanti

Menanti di sudut jiwa menanti sejati

Sejati terwakili oleh jiwa yang suci

Dalam jiwa yang resah sang pencinta menanti

Menanti datang suatu asa yang pasti

Bukan asa yang datang untuk kembali pergi

Tetapi rasa yang untuk berbagi dan menyayangi

Sang pencinta pun semakin lelah

Dengan kalbu yang semakin lemah

Untuk menanti berkawan dengan gelisah

Penantian yang tak usai sudah

Tiba suatu masa datang lah suatu berkah

Bahwa telah datangya seorang putrid hati

Bersama dengan rasa yang dimiliki

Dengan rasa yang akan bersama sampai mati

Untuk melebur dua menjadi satu untuk kekasih hati

Yang tidak dapat terganti sampai nanti.

Dalam Perenungan malam, Hanya membuat suatu arti untuk dunia

From : Erwin Arianto,SE

Tidak ada komentar: